Selasa, 06 November 2018

BOHONG LAGI Di malam yang menyeramkan


Add caption
Angin malam yang begitu menyejukkan raga. Berangkatlah jiwa dan ragaku untuk melaksanakan FoCR 2018 di Situs Ndalem Pojok Bung Karno Wates Kediri yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Agustus 2018 dengan bertema “Meneguhkan Keharmonisan Demi Menjadikan Mahasiswa Perbandingan Agama yang Berintregritas”
Saat kakiku berjalan menuju penginapan ada rasa tidak nyaman, tidak tau itu karena faktor apa, tapi aku mencoba positif thinking, berdo’a dan banyak bersholawad. Langit yang begitu cerah dan menyejukkan jiwa dimana kita mencari kebugaran dan kesehatan. Kruuuuuk....... dan perut pun berbunyi, waktu kita mengenyangkan perut. Tik., tik., tik., jarum jam berjalan, banyak beberapa materi yang diberikan oleh pemateri. Dan terjadilah FGD (Forum Grub Discuscion), dimana aku mengulas materi yang diberikan. Tetapi saat langkahku menuju FGD, hati gak tenang, tangan pun terasa panas dingin gak tau kenapa. Tapi terasa ku menyimpan asmara kepada seseorang yaitu Dia, iya dia B.....!? Emmmm !! tapi masa bodo lah. Aku mencoba menjadikan hati dan intuisiku harus benar-benar memahami materi.
Angin malam yang menyeyakkan tidurku, dengan pulas dan waktu yang menunjukkan tengah malam. Disitulah terjadi peristiwa yang benar-benar tidak ku sukai. Karena mata yang lengket, raga pun lemah, jiwa yang terasa kosong, telah dibangunkan dan berlari-lari menuju suatu tempat yang benar-benar akan kegelapan, angin yang menghantam tubuhku terasa kaku. Air mata yang berjatuhan, hati terasa panas, mulut pun ingin berteriak, tetapi dengan rasa ketakutan yang membuatku bungkam akan bicara.
Dengan kekejaman peristiwa renungan malam yang ku anggap sebagai bunga tidurku, ternyata banyak alasan dibalik itu, dan aku pun bangga karena hatiku kokoh seperti semen 3 Roda. Banyaknya ocehan dan olokan yang berlomba-lomba seperti angin Tornado, aku pun tidak berhenti akan disitu. Akupun mengambil segi positifnya, meskipun ada ucapan kalimat yang buatku muak, yaitu “BOHONG LAGI” dari kalimat itu aku pun tidak dendam, tapi akan ku ingat. Hihihi...!
Suasana pun sudah mendingin dan aku melangkah mininggalkan dimana tempat seperti gua yang begitu akan kegelapan
Selamat pagi suasan baru, disaat aku melupakan mimpi buruk dan kesedihan. Angin yang begitu cerah, seperti senyuman raut diwajahku. “Out Bond” kegiatan itulah yang membuatku benar-benar senang dan tertawa jahat dengan melupakan kesedihanku. Banyak permainan yang dilakukan, sungguh hatiku terasa senang, berlari-lari, berteriak-riak, itulah suasana yang ada di keluarga besar ku, yakni keluarga Pebandingan Agama IAIN Kediri.
 by : Tuntun, Mahasiswa Perbandingan Agama 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar