Mengenal sejarah merupakan mengenal jati diri negara. Siapa tak mengenal sejarah pastilah tak tau dirinya sendiri.
Belajar
sejarah tentu juga tak lepas dari budaya. Budaya merupakan hasil dari
produk masyarakat yang telah dipercayahi dan dilaksanakan secara turun
temurun.
Bertepatan
pada tgl 1 suro 1440 H, masyarakat Desa Pamenang Kec. Pagu Kab. Kediri
mengadakan Grebek Suro. Start upacara mulai dari balai desa Pamenang
menuju petilasan Sri Aji Joyoboyo dan Terakhir upacara di Sendang Tirto
kamandanu yang tepatnya tak jauh dari tempat petilasannya Sri Aji
Joyoboyo.
Dua
tempat ini tak bisa di pisahkan, ibarat satu rumah, 2 atap. Upacara ini
merupakan ritual sebagai wujud ucapan terimakasih terhadap leluhur dan
sebagai bentuk melestarikan budaya yang dulu sudah ada. Awal mulanya
yang menggagas Grebek Suro ini bukan berasal masyarakat setempat,
melainkan Keluarga besar Joyogento dari Jogjakarta dan di ikuti berbagai
penjuru daerah seperti halnya ada yg dari Solo.
Seiring
waktu berjalan masyarakat atau keluarga dari juru kunci sendang dapat
melaksanakan acara dan di ikuti oleh lapisan paguyupan yg ada di kediri.
Dan tak ketinggalan juga teman" mahasiswa Perbandingan Agama IAIN
Kediri yg ikut serta partisipasi. sekalian ini merupakan agenda kami
bernama Direct Research
Suatu
kegiatan yang lebih mangarah pada kajian Fenomenologi yakni melihat
langsung prosesi atau upacara Grebek Suro dan tentu banyak
pengalaman-pengalaman yang belom kita ketahui di dalam kelas.
# Grebek 1 Suro 1440 H
# Direct Research
# Perbandingan Agama
# IAIN Kediri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar